Asyiknya Naik “Bajingan” Mengelilingi Desa di Sleman

Saturday, May 19th 2018. | Travel

Queluz - Naik Bajingan di Sleman Yogyakarta

YOGYAKARTA, Queluz.org – Capek dengan kebiasaan di perkotaan? waktunya Anda liburan mejelajahi pedesaan. Di Sleman, ada wisata unik menelusuri sejuknya pesawahan dengan alat transportasi ” bajingan “. Mulai sejak pagi hari di obyek wisata Omah Kecebong, Desa Cebongan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta beberapa puluh ” bajingan ” terparkir untuk menjemput wisatawan. Rabu (9/5/2018), puluhan wisatawan Jakarta baru saja sampai di Sleman, Yogyakarta. Bajigan adalah sebutan kereta sapi yang dahulunya menjadi alat trasportasi barang paling utama di Sleman serta Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Saat ini gerobak sapi itu dihias jadi alat trasportasi wisatawan untuk berkeliling-keliling desa, menyusuri sawah.

Dalam satu gerobak sapi, berisi lima hingga delapan wisatawan. Kami memiliki kesempatan turut menaiki bajingan dengan wisatawan saat itu. “Selamat pagi! Kita ingin keliling desa lewat pesawahan sungai, dengan jarak sekitaran lima kilo, ” kata Kino (48), sopir bajingan yang mengangkut saya waktu itu.

Sapi yang sejumlah dua dimuka juga mulai menarik gerobaknya. Sekilas mungkin saja Anda memikirkan seperti naik dokar, nyatanya sensasinya berlainan. Gerobak bajingan yang bukanlah di desain untuk manusia, memberi sensasi sendiri waktu ditarik sapi. Anda juga akan rasakan goncangan yang lebih dari dokar, delman, maupun andong.

Udara fresh pesawahan menerpawajah saya, sejuknya udara pagi di Sleman betul-betul jadi penawar penatnya dari rutinitas kerja. Hamparan sawah, parit-parit sampai sungai juga kita lalui. Uniknya waktu jalan berbelok melalui bagian persawahan sapi juga akan belok sendiri tanpa ada diarahkan memakai tali. Walau tali diikat ke leher serta hidung ke-2 sapi, nyatanya untuk tidak pengarah. “Setiap hari lewatnya sini, sapi telah punya kebiasaan. Terlebih bila rombongan, umumnya ngikut yang sapi depannya, ” papar Kino.

Sapi yang dipakai untuk menarik gerobak atau ” bajingan ” ini miliki rawan umur yang berlainan pada kanan serta kiri. Satu diantaranya mesti berumur dewasa sekitaran 10 th., tengah satunya sapi muda dua-lima th.. “Ia ini untuk menyeimbangkan tenaga saja. Rata-rata miliki satu dewasa satu yang muda, ” terangnya. Sapi yang dipakai adalah sapi type PO atau sapi pekerja, umum dimaksud sapi jawa di Sleman. Terkecuali menarik grobak, sapi ini punya kebiasaan membajak sawah, sesudah umur 15 th. sapi dipotong untuk kurban Idul Adha. Kino menyebutkan, bagian-bagian kereta sapi yang berumur beberapa puluh th. ini terbuat dari jati, serta beratapkan anyaman bambu. Terkecuali berat juga pasti keras, sayangnya memanglah tak ada peredam kejut (shockbreaker) seperti delman.

45 menit telah wisatawan di ajak berkeliling-keliling, sambil kadang-kadang turun untuk berfoto di spot-spot unik pedesaan. Keramahan warga desa juga membumbui perjalanan wisatawan kembali pada Omah Kecebong. “Seru juga pengalaman yang baru ini, umumnya naik dokar kan, ” kata Arman, satu diantara wisatawan yang naik gerobak sapi. Untuk Anda yang menginginkan cobanya, atraksi wisata ini adalah paket yang disiapkan dari obyek travelling wisata Omah Kecebong, di Kabupaten Sleman. Yuk ikutan menikmati Asyiknya Naik “Bajingan” Mengelilingi Desa di Sleman. Anda dapat cobanya di hari apapun, sesudah reservasi terlebih dulu. Untuk cost yang di tawarkan, cukup bermacam, mulai paket Rp 275.000/orang dengan makan serta aktivitas wisata yang lain-lain.

tags: ,